Perbedaan freeware dan software open source adalah

Hanya manusia biasa bernama lengkap Moch Dzikry Nur Alam yang menyukai berbagai informasi seputar dunia teknologi dan komputer modern.

Perbedaan Open Source dan Free Software

Pada umumnya, kedua jenis aplikasi ini dapat digunakan tanpa perlu mengeluarkan biaya tambahan. Kebanyakan orang masih sering salah kaprah dalam menilai software yang bersifat open source dengan free software. Meskipun sering ditemukan bahwa keduanya bisa digunakan secara gratis, tentunya terdapat perbedaan antara istilah kedua jenis software tersebut.

Baca juga : keunggulan dan pengertian open source software

Pada aplikasi open source, seseorang bahkan diperbolehkan untuk mengambil kode sumber dengan tujuan pengembangan aplikasi yang bersifat non-komersial. Distribusi terhadap source code yang telah dimodifikasi tersebut seringkali masih berada dibawah pengawasan pemegang lisensi asli dari aplikasi atau software terkait. Seperti Apache License atau GNU/GPL License

Definisi Open Source dan Free Software

Karena seringkali mengacu pada hal yang serupa, menurut Richard Stallman, open source adalah istilah untuk menggambarkan metode pengembangan sedangkan istilah free software mengacu pada perilaku sosial diantara pengguna.

Meskipun Richard Stallman disebut sebagai pelopor lahirnya era teknologi open-source sejak 1980-an, definisi tersebut masih belum menggambarkan definisi yang jelas terkait perbedaan antara kedua istilah tersebut.

Baca juga : rekomendasi website penerjemah dokumen online

Seiring dengan perkembangan teknologi maka secara umum para developer memahami bahwa suatu aplikasi bersifat open source ketika siapapun diperbolehkan untuk memeriksa, memodifikasi, memperbaiki atau meningkatkan kemampuan sebuah software melalui perubahan kode program.

Tujuan dari melakukan modifikasi kode program dari software tersebut ialah untuk pengembangan dan penyempurnaan. Proses modifikasi yang dilakukan seringkali diawasi oleh pemegang lisensi atau pencipta asli dari software tersebut.

Pemilik lisensi senantiasa mencantumkan syarat dan ketentuan yang harus disetujui oleh para pengguna. Bahkan beberapa diantaranya mewajibkan agar hasil modifikasi yang dilakukan harus di distribusikan ulang untuk manfaat pengguna lainnya.

Free Software

Sedangkan untuk free software, umumnya adalah software proprietary (memiliki hak cipta) dengan closed source dimana para pengguna diperbolehkan memakai tanpa perlu melakukan pembayaran namun tidak diperbolehkan melakukan perubahan source code.

Penggunaannya bersifat bebas biaya tetapi kode program bersifat tertutup (closed source). Beberapa free software ada yang mirip dengan open source yang dimana para pengguna diperbolehkan untuk memodifikasi source coda dari program software tersebut.

Perbedaannya ialah para developer atau programmer bisa diminta biaya lisensi tambahan karena melakukan modifikasi terhadap source code.

Perbedaan Open Source dan Free Software

Berikut beberapa detail mengenai perbedaan dasar antara kedua istilah ini yang perlu anda ketahui, diantaranya yaitu:

1. Hak akses source code

Open Source memberikan akses kode kepada para pengguna, developer atau programmer selama menyetujui syarat dan ketentuan dari pemegang lisensi asli. Sedangkan free software tidak memperkenakan akses ataupun pengubahan terhadap source code program dari software tersebut.

2. Hak kebebasan distribusi produk

Dalam mendistribusikan free software, ketika pengguna melakukan perubahan terhadap software, maka perlu menyertakan versi asli dari software yang digunakan berikut dengan informasi lisensi atau ketentuan asli.

Baca juga : rekomendasi aplikasi pengganti adobe illustrator

Sedangkan open source mempersilahkan proses distribusi untuk dilakukan tanpa menyertakan versi asli sebelumnya. Bahkan beberapa pemegang lisensi justru mewajibkan pengembang untuk mendistribusikan karya nya kepada para pengguna lainnya secara bebas.

3. Ketentuan biaya layanan

Pemegang lisensi free software berhak meminta biaya tambahan bagi pengguna yang ingin melakukan modifikasi atau pengembangan terhadap source code aslinya.

Hal ini dimaksudkan untuk membayar hak cipta lisensi produk yang asli sebagai bentuk dukungan tambahan. Sedangkan pada open source, para pengembang dapat men-download secara bebas dari internet tanpa perlu melakukan pembayaran.

Penutup

Demikianlah penjelasan artikel yang singkat ini. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda, sampai bertemu kembali pada artikel berikutnya.

open source adalah sebuah software yang dapat di miliki dengan cara mengambil / mendownload secara gratis dari internet , yang kode softwarenya di publikasikan ke publik atau pengguna internet 

free software adalah 

Perangkat lunak bebas berbeda dari perangkat lunak berpemilik (seperti Microsoft Windows), yang untuk berbagai derajat tidak memberikan kebebasan pengguna untuk mempelajari, memodifikasi dan berbagi perangkat lunak, dan mengancam pengguna dengan sanksi hukum jika mereka tidak sesuai dengan persyaratan lisensi perangkat lunak membatasi .

Shareware adalah  perangkat lunak berpemilik yang disediakan untuk pengguna secara terbatas dan hanya untuk dasar percobaan terbatas tertentu dan dengan izin yang membatasi manfaat komersial, penggunaan atau eksploitasi perangkat lunak.

Freeware adalah perangkat lunak yang tersedia untuk digunakan tanpa biaya moneter atau dengan biaya opsional,  tetapi biasanya (meskipun tidak selalu) ditutup sumber dengan satu atau lebih terbatas hak penggunaan

Terkadang kita sering salah mengartikan antara open source, free software, dan freeware. Mengutip dari opensource.com, bahwa open source software adalah :

“Open source software is software with source code that anyone can inspect, modify, and enhance. Source code is the part of software that most computer users don’t ever see; it’s the code computer programmers can manipulate to change how a piece of software—a “program” or “application”—works. Programmers who have access to a computer program’s source code can improve that program by adding features to it or fixing parts that don’t always work correctly”

Pada software open source, seseorang dapat mengambil source code dari aplikasi dan bertujuan untuk pengembangan dari software tersebut (bukan untuk suatu komunitas/sosial). Distribusi dari aplikasi open source yang sudah dimodifikasi biasanya berada di bawah pengawasan vendor terkait lisensi. Contoh dari open source software adalah MongoDB, MySQL, Linux, dan masih banyak lagi.

Berdasarkan fsf.org, Free software adalah :

“Free software is software that gives you the user the freedom to share, study and modify it. We call this free software because the user is free.”

Free software mirip dengan open source, di mana user dapat mengunduh serta memodifikasi source code dari free software. Perbedaannya adalah vendor dari free software dapat meminta penggunanya untuk membayar biaya tambahan untuk custom software (terkait dengan license) atau untuk dukungan aplikasi. Contoh free software adalah Firefox, Chrome, VLC Media Player, dan masih banyak lagi.

Wikipedia mendefinisikan freeware adalah :

“Freeware is proprietary software that is available for use at no monetary cost. In other words, freeware may be used without payment but may usually not be modified, re-distributed or reverse-engineered without the author’s permission.”

Berbeda dengan kedua jenis software sebelumnya, freeware memungkinkan pengguna untuk mengunduh aplikasi secara gratis, tetapi pengguna tidak dapat mengakses source code dari aplikasi tersebut. Contoh dari freeware adalah CCleaner, Evernote, Windows Live Essentials, AVG, dan masih banyak lagi.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Dalam dunia komputer, tidak akan lepas dari penggunaan perangkat lunak alias software. Ini merupakan salah satu bagian penting dari komputer itu sendiri.

Software sendiri adalah istilah khusus untuk data yang diformat dan disimpan secara digital, termasuk program komputer atau aplikasi. Dengan kata lain, software merupakan bagian sistem komputer yang tidak berwujud.

Pembuatan software memerlukan “bahasa pemrograman” yang ditulis oleh programmer untuk selanjutnya di kompilasi dengan aplikasi kompiler sehingga menjadi kode yang bisa dikenali oleh mesin hardware.

BACA JUGA

  • 19 Aplikasi Perekam Layar PC & Laptop Terbaik 2022, Abadikan & Bagikan Momen Menarik!

  • 7 Cara Menjadi Seorang Hacker Komputer Sejati

  • Cara Scan dan Membasmi Virus di Komputer Tanpa Antivirus

Penting! Ini Bedanya Freeware dan Open Source

Nah, ada beberapa jenis software, antara lain software gratis (freeware), uji coba (shareware/trialware), software menetap (firmware), bebas (free software), perusak (malware), software sumber terbuka (open source). Dalam artikel ini, Jaka bahas dua jenis software yang cukup membingungkan dan penting untuk diketahui yakni perbedaan freeware dan open source.

Arti Sebenarnya dari Software Freeware

Perbedaan Software Open Source Freeware 1

Ternyata perangkat lunak yang memiliki akhiran “ware” cenderung dimaksudkan untuk dijual. Salah satunya freeware dan shareware.

Freeware sering dijajakan untuk memperkuat merek atau memasarkan produk. Biasanya dijual untuk keuntungan, tetapi didistribusikan untuk bisnis atau tujuan komersial dalam memperluas pangsa pasar dari produk “premium”.

Program antivirus gratis adalah contoh dari software freeware. Perusahaan seperti AVG dan McAfee menyediakan versi gratis dalam upaya untuk memikat kamu ke versi berbayar.

Istilah freeware umumnya digunakan untuk software komputer yang berhak diciptakan secara gratis dan digunakan tanpa batasan waktu. Berbeda dari shareware yang mewajibkan penggunanya membayar, misalnya setelah jangka waktu percobaan tertentu atau untuk memperoleh fungsi tambahan.

Para developer memang sering kali membuat software freeware untuk komunitas, namun mereka tetap mempertahankan hak mereka sebagai pengembang dan memiliki kontrol terhadap pengembangan selanjutnya. Kamu tidak diizinkan untuk mengubah atau menjualnya dan kamu tidak memiliki akses ke kode sumber.

Arti Sebenarnya dari Software Open Source

Perbedaan Software Open Source Freeware 2

Software open source adalah jenis perangkat lunak yang kode sumbernya terbuka untuk dipelajari, diubah, ditingkatkan, dan disebarluaskan. Karena sifat ini, umumnya pengembangannya dilakukan oleh satu komunitas terbuka yang bertujuan mengembangkan perangkat lunak bersangkutan.

Sering kali anggota-anggota komunitas itu bekerja secara sukarela namun bisa juga pegawai dari suatu perusahaan yang dibayar untuk membantu pengembangan perangkat lunak tersebut. Produk yang dihasilkan ini biasanya bersifat bebas dengan tetap menganut etika tertentu.

Lebih lanjut kelebihan software open source selain gratis, yaitu siapa pun dapat menggunakan dan mengembangkannya. Lebih banyak didukung oleh komunitas, jadi jika ada celah atau bug, akan segera diperbaiki oleh komunitas.

Sementara kekurangan software open source, antara lain kadang membingungkan pengguna awam. Bagi yang tidak terbiasa menggunakan aplikasi open source akan menganggapnya sulit.

Kesimpulannya

Perbedaan Software Open Source Freeware 3

Berbeda halnya dengan freeware yang belum tentu boleh dilihat kode aslinya, software open source dapat dibaca kode-kode pemrograman sesuai aslinya. Kode pemrograman ini dapat juga diubah, dimodifikasi, dan dikembangkan sendiri oleh kita dengan tetap memperhatikan “aturan main” yang berlaku sesuai dengan lisensi software tersebut.

Untuk memahami perbedaan antara kedua jenis software ini, perhatikan ilustrasi berikut. Misalnya, perusahaan Microsoft pada suatu saat menjadikan salah satu produknya sebagai perangkat lunak gratis. Ini artinya siapa pun bisa memperolehnya secara gratis. Namun, kamu tidak diperkenankan untuk kemudian memodifikasi dan mengembangkan produk perangkat lunak tersebut.

Dapat disimpulkan, software open source sudah pasti bagian dari freeware. Namun sebaliknya, freeware belum tentu open source.

Dengan karakteristik yang telah dijelaskan di atas, tidak salah bila kita menaruh harapan besar pada software open source sebagai platform alternatif. Alih-alih menggunakan software bajakan, kita bisa menggunakan software open source.

Maka dari itu, kita harus menggunakan dan mendukung perkembang open source di berbagai bidang. Karena open source membuat dunia semakin terbuka, sesuatu yang mustahil menjadi mungkin. Sekarang udah mengerti bedanya kan? Share di kolom komentar ya.

ARTIKEL

TERKAIT

Bahasa Pemrograman Buatan Wanita

5 Bahasa Pemrograman Buatan Wanita dan Mengubah Dunia Coding

Snapdragon Vs Exynos Banner

Snapdragon 820 vs Exynos 8890, Mana Prosesor yang Paling Canggih?

Cara Mengetahui Pesan Whatsapp Kamu Dibaca Meski Centang Biru Dimatikan

Cara Mengetahui Pesan WhatsApp Kamu Dibaca Meski Centang Biru Dimatikan

Fungsi Keren Sensor Fingerprint 6

Fungsi Lain Fingerprint di Smartphone yang Jarang Digunakan!

Coin Monster Banner

Cara Baru Dapatkan Pulsa Gratis Lewat Coin Monster

APPS TERKAIT

Avast Terbaru Standalone Icon

Avast Free Antivirus

2.1.1286.0

Apps

Avast Software

Norton 2016 Icon

Norton AntiVirus

2016

Apps

Symantec

Mobile Security Antivirus Icon

avast! Mobile Security and Antivirus

Apps

Avast Software

Avira Free Antivirus Image Icon

Avira Free Antivirus

1.2.143.109

Apps

Avira GmbH

Written by Jane