Open source software adalah dan contohnya

Komputer telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Hampir setiap hari kita menggunakan komputer untuk mengerjakan pekerjaan kita sehari-hari. Ada banyak sekali alternatif perangkat lunak (software) yang bisa kita gunakan untuk mengerjakan pekerjaan kantor dan rumah kita. Salah satunya adalah perangkat lunak open source software atau OSS. Dalam Bahasa Indonesia disebut sebagai perangkat lunak sumber terbuka.

Kumpulan.info – Open source software dimulai dengan adanya kampanye untuk menyediakan dan menggunakan perangkat lunak yang gratis. Selain itu setiap perangkat lunak yang termasuk perangkat lunak sumber terbuka (open source) memiliki kode sumber (source code) yang bebas diunduh dan disebarluaskan dengan menganut kaidah dan etika tertentu. Pengembangannya dilakukan oleh suatu komunitas tertentu dan mereka akan saling bertukar informasi untuk mengembangkan perangkat lunak tersebut agar menjadi lebih baik.

 

Mengapa Menggunakan Open Source Software?

Mengapa harus menggunakan perangkat lunak open source? Dalam pekerjaan sehari-hari dengan komputer, kita mungkin sering menggunakan beberapa perangkat lunak komersial yang sudah terkenal seperti Microsoft Windows sebagai sistem operasi, Microsoft Office sebagai aplikasi perkantoran, Adobe Photoshop dan Corel Draw sebagai aplikasi untuk desain dan gambar, Microsoft Visio sebagai aplikasi untuk membuat diagram, Microsoft Outlook untuk membaca dan menerima e-mail ataupun Microsoft Project sebagai aplikasi untuk melakukan manajemen proyek. Namun tahukah Anda, bahwa perangkat lunak yang disebutkan tadi memiliki harga lisensi satuan dari ratusan hingga ribuan dolar AS per perangkat lunak? Jika Anda menginvestasikan uang Anda untuk membeli beberapa perangkat lunak asli tersebut ke dalam komputer, tentu Anda harus mengeluarkan biaya ribuan dolar AS untuk sebuah komputer. Tentu Anda juga tidak ingin melanggar hukum dengan menggunakan perangkat lunak ilegal bukan?

Karena itulah tersedia berbagai ragam perangkat lunak open source yang dapat diunduh secara gratis dan disebarluaskan dengan bebas. Selain itu, karena dibangun oleh suatu komunitas yang saling bertukar informasi di seluruh dunia, perangkat lunak jenis ini berkembang dengan cukup baik.

 

Apa saja Alternatif Open Source Software?

Berikut ini beberapa jenis perangkat lunak open source yang dapat dengan mudah Anda dapatkan sebagai pengganti perangkat lunak berbayar Anda yang mahal:

  • Linux

    Anda dapat mengganti Microsoft Windows yang Anda gunakan setiap hari dengan sistem operasi Linux. Sistem operasi yang pertama kali dikembangkan oleh Linus Trovald ini telah menjadi alternatif terbaik untuk menggantikan Microsoft Windows. Banyak varian dan distribusi Linux yang dikembangkan dengan tampilan yang sangat bagus. Misalnya Ubuntu, Mandrake, dan Fedora adalah distribusi Linux yang cukup mudah digunakan oleh orang awam sekalipun.

  • Open Office

    Salah satu aplikasi perkantoran yang paling tepat untuk menggantikan Microsoft Office adalah Open Office. Perangkat lunak ini dikembangkan secara khusus oleh sebuah perusahaan besar yaitu Sun Microsystem namun tersedia secara gratis. Dalam sebuah paket Open Office tersedia banyak aplikasi yang mampu menggantikan tugas Microsoft Office. Bahkan Open Office mampu membuka file yang disimpan dengan format Microsoft Office.

  • GIMP

    Jika Anda senang melakukan desain dan menggambar, Anda dapat menggunakan aplikasi GIMP. Anda dapat memodifikasi foto dan gambar Anda dan menyimpannya dalam berbagai format file gambar. Dan perangkat lunak ini dapat secara gratis Anda dapatkan sebagai pengganti aplikasi Adobe Photoshop atau Corel Draw yang harganya tentu sangatlah mahal.

  • Dia

    Microsoft Visio tentulah menjadi perangkat lunak yang bagus untuk membuat diagram. Namun tahukah Anda bahwa Anda juga dapat membuat diagram dengan perangkat lunak yang gratis dan legal? Perangkat lunak tersebut memiliki nama Dia. Dengan perangkat lunak ini, Anda dapat membuat berbagai diagram dengan format menarik.

  • Mozilla Thunderbird

    Anda sering menerima e-mail di Microsoft Outlook? Anda bisa menggunakan alternatif aplikasi e-mail yang disebut sebagai Mozilla Thunderbird untuk menerima, membaca dan mengirim e-mail Anda. Selain itu Mozilla Thunderbird juga dilengkapi dengan News Reader untuk membaca berbagai berita terbaru.

  • Gantt Project

    Jika Anda seorang yang ditugasi melakukan manajemen proyek, Anda tentu biasa menggunakan Microsoft Project untuk melakukan tugas ini. Namun Anda dapat juga menggunakan alternatif perangkat lunak gratis yaitu Gantt Project yang memiliki kesanggupan seperti Microsoft Project.

Semua perangkat lunak open source yang disebutkan di atas (kecuali Linux) dapat dijalankan pada sistem operasi Microsoft Windows maupun Linux dengan berbagai varian dan distribusinya. Tentunya Anda dapat menghemat dari ratusan hingga ribuan dolar AS jika Anda mulai menggunakan perangkat lunak open source. Selain yang disebutkan di atas, masih banyak lagi perangkat lunak open source yang bisa Anda gunakan sebagai alternatif dari perangkat lunak komersial.

 

Gratis Tidak Berarti Buruk

Meski semua perangkat lunak open source dapat diperoleh dan disebarkan dengan gratis, namun dari segi kualitas perangkat lunak open source telah melalui serangkaian pengujian seperti halnya perangkat lunak komersial. Bahkan beberapa perusahaan besar pun juga telah ikut serta dalam pengembangan perangkat lunak ini.

Memang jika pertama kali Anda beralih ke perangkat lunak open source, kemungkinan Anda belum terbiasa menggunakannya karena tata letaknya yang sedikit berbeda dengan perangkat lunak komersial yang biasa Anda gunakan. Namun Anda bisa mulai mencobanya dan tentunya Anda akan menjadi terbiasa. Selain itu Anda juga tidak akan dibebani biaya yang mahal serta bisa jadi beban moral karena menggunakan perangkat lunak komersial yang ilegal.

Tentunya kamu pernah mendengar istilah open source dalam bidang teknologi informasi, khususnya dalam ranah perangkat lunak atau aplikasi. Open source umum dikenal pula sebagai kemudahan akses kolaborasi antar pengguna atau publik dalam menggunakan suatu aplikasi atau program komputer tertentu. Nah, bagi kamu yang masih awam dan belum mendengar apa itu open source, maka simak ulasan singkatnya berikut ini.

Baca juga: Pengertian Firmware, Jenis, Kelebihan, Kekurangan, dan 4 Contohnya

Apa itu open source?


Open source merupakan perangkat lunak sumber terbuka yang dapat diakses dan dimodifikasi dengan basis komunitas (Sumber: Pexels)

Istilah open source secara umum mengacu pada sesuatu yang dapat dimodifikasi dan dibagikan antar pengguna dengan akses terbuka atau sumber terbuka. Open source mulanya dikenal dalam ranah pengembangan perangkat lunak sebagai OSS atau open source software. Open source software sendiri merupakan kode pengembangan yang dapat diakses publik atau siapapun untuk melihat, memodifikasi, dan mendistribusikan kode sesuai keinginan mereka.

Secara teknis, open source mengacu pada pengembangan perangkat lunak yang terdesentralisasi dan bersifat kolaboratif. Hal ini juga didukung dengan adanya peer review serta produksi berbasis komunitas. Seperti pada umumnya suatu produk yang dapat diakses luas dan inklusif, open source software umumnya lebih murah dan lebih fleksibel daripada produk eksklusif serupa.

Menurut sejarahnya, sistem berbagi kode secara open source mulai dirintis oleh Richard Stallman pada 1983. Sebagai programmer lulusan Massachusetts Institute of Technology, Stallman meyakini bahwa perangkat lunak harus dapat diakses oleh banyak programmer agar mereka dapat memodifikasinya sesuai keinginan dan memahaminya serta meningkatkannya.

Stallman lantas mulai merilis kode terbuka di bawah sebuah lisensinya sendiri, yaitu GNU Public License (GPL) pada 1989. Baru satu dekade kemudian, pendekatan dan ideologi terkait pengembangan kreatif perangkat lunak menghasilkan apa yang disebut open source initiative (OSI) pada 1998 sebagai tonggak pengembangan open source antar programmer.

Baca juga: 4 Raksasa Teknologi Ini Bangun Open Source

Jenis-jenis software open source


Open source software memiliki banyak jenis tergantung peruntukannya (Sumber: Pexels)

Berikut ini adalah beberapa jenis software open source yang populer digunakan untuk urusan bisnis.

1. Open source office software

Open source software merupakan perangkat lunak yang menunjang produktivitas kantor berbasis open source. Open source software jenis ini umumnya meliputi aplikasi pengolah kata seperti Microsoft Word, Spreadsheet, database, grafis, dan presentasi. Beberapa OSS office antara lain seperti Libre Office, Open Office, dan Abiword.

2. Open source accounting software

OSS accounting merupakan perangkat lunak akuntansi yang digunakan untuk menangani pembukuan dan aktivitas keuangan di suatu perusahaan atau institusi. Open source software jenis ini dapat membantu mengumpulkan data, informasi akuntansi, mengatur akun, dan otomatisasi tugas akuntansi yang berulang. Contoh open source software jenis ini antara lain GNU Cash, Front Accounting, dan Odoo.

Baca juga: Mengenal OBS Studio Mulai dari Fitur, Kegunaan, dan Cara Menggunakannya

3. Open source website software

Jenis open source website software merupakan OSS yang berbasis situs jejaring bebas akses dan terbuka. Situs ini pada umumnya dapat dibuat dan digunakan secara terbuka dengan penawaran gratis maupun berbayar. Beberapa contoh open source website software adalah WordPress, Joomla, dan NginX.

4. Open source browser and communication apps

Open source browser merupakan perangkat lunak mesin peramban yang bisa diakses secara gratis. Sedangkan OSS Communication pada dasarnya layanan berbagi surel atau pesan. Contoh open source software jenis ini adalah Mozilla Firefox, Mozilla Thunderbird, dan Pidgin.

Baca juga: 6 Keuntungan Menjadi Software Developer

Kelebihan software open source


Open source software memiliki kelebihan utama yaitu fleksibel dan dapat ditunjang oleh berbagai pengguna/programmer (Sumber: Pexels)

Seperti yang telah disinggung di atas, OSS memiliki beberapa kelebihan antara lain meliputi sebagai berikut.

  • Umumnya dapat diakses secara gratis
  • Lebih fleksibel karena para pengembang dapat memeriksa cara kerja kode dengan bebas dan membuat perubahan atau pembenahan sesuai kebutuhan
  • Kode sumber terpublikasikan dengan baik kepada publik sehingga dapat terus dibenahi
  • Menumbuhkan kreativitas di antara para pengembang untuk meningkatkan dan berinovasi secara terbuka
  • Pengembangan berbasis komunitas dan dapat termodifikasi dengan peluang belajar yang tinggi bagi para programmer baru

Berikut tadi adalah kelebihan dari OSS, namun tentunya OSS umumnya tidak memiliki jaminan baku dan kestabilan karena sifatnya yang dinamis.

Baca juga: Software Engineer: Tanggung Jawab dan Proyeksi Karier 2022

Contoh

software open source


Mozilla Firefox merupakan salah satu contoh software open source jenis browser (Sumber: Pexels)

Beberapa OSS umumnya dapat ditemukan secara mudah di berbagai mesin peramban atau justru telah terinstal pada perangkat desktop maupun laptop milik kamu. Beberapa open source software yang umum digunakan antara lain adalah sebagai berikut.

  • Mozilla Firefox, perangkat lunak ini adalah mesin peramban yang umum digunakan atau sudah terpasang di berbagai perangkat dan memiliki keunggulan lebih ringan daripada mesin peramban konvensional
  • VLC Media Player, merupakan perangkat lunak pemutar audio dan video yang juga mudah diunduh secara gratis lewat mesin peramban
  • LibreOffice, merupakan kumpulan perangkat untuk pengolahan kata, angka, presentasi, grafis vektor, dan lain-lain seperti peran Microsoft Office

Baca juga: Ketahui 7 Fakta Menarik Tentang Software Engineer

Perbedaan open source dengan closed source


Berbeda dengan software closed source yang umumnya berbayar, OSS hanya membebankan biaya pada lisensi pengguna (Sumber: Pexels)

Simak tabel berikut untuk mengetahui beberapa perbedaan antara perangkat lunak open source dengan closed source.

Open Source Closed Source Tidak ada harga baku, hanya biaya untuk lisensi penggunaan Harga atau biaya bervariasi tergantung skala software Pengembang atau pengguna memiliki kebebasan untuk menyesuaikan atau mengubah tergantung pada lisensi dan keahlian internal Permintaan perubahan harus dilakukan atau diajukan kepada perusahaan, umumnya terkait perbaikan bug, fitur, dan peningkatan kinerja software Umumnya kurang ramah pengguna karena berbasis komunitas dan bergantung pada tujuan proyek masing-masing termasuk untuk kepentingan maintenance Umumnya lebih ramah pengguna karena dibangun dengan mempertimbangkan user experience Cukup dinamis karena tergantung pada pengguna dan pemelihara perangkat lunak dan jumlah rilisan berbasis tahun di pasaran Umumnya lebih stabil dan tahan lama, namun berpotensi adanya penghentian aplikasi

Baca juga: 10 Rekomendasi Open Source Python Populer di GitHub

Nah, berikut tadi adalah beberapa hal mengenai open source software (OSS) yang perlu kamu ketahui jika tertarik untuk belajar menjadi programmer. Bagi kamu yang sudah menguasai bahasa pemrograman atau bahkan berpengalaman di bidang software development, maka kini waktu yang tepat untuk kamu mencari kesempatan berkarier lewat EKRUT.

Kamu bisa mendaftar lewat EKRUT untuk mendapatkan berbagai informasi mengenai karier dan potensi direkrut oleh berbagai perusahaan bonafide di Indonesia. Cara untuk mendaftar lewat EKRUT cukup mudah, kamu hanya perlu siapkan CV dan portofolio terbaikmu lalu klik tautan di bawah ini.


Sumber:

  • redhat.com
  • opensource.com
  • nibusinessinfo.co.uk
Written by Jane