Open source dan close source beserta contohnya

Pengertian Open Source dan Close Source dan Contohnya

Pengertian Open Source dan close Source dan Contohnya – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Open Source dan Close Source, yang akan dijelaskan pada ulasan berikut ini :

Pengertian Open Source dan Close Source dan Contohnya

Pengertian Open Source

Tidak mudah untuk mendefinisikan kata dari Open Source Software hanya dalam beberapa kata, hal ini karena banyaknya kategori dan variant yang masih ada. Namun hal ini tidak terlalu rumit karena ide dasarnya adalah simple.

Ide-ide Umum Open Source Software

Dalam bahasa inggris, free software mempunyai arti yang ambigu, dari kata free itu sendiri yang bisa berarti bebas atau gratis. Oleh sebab itu, kita akan menggunakan konsep Open Source ini berdasarkan kebebasan user dalam menggunakan, pendistribusian danlainnya serta software gratis (tanpa biaya).

Adapun Featue utama dari karakteristik free atau Open Source ialah kebebasan dari user untuk :

1. Dapat menggunakan software sesuai keinginannya, untuk apapun yang diinginkan, pada beberapa komputer dalam situasi yang tepat secara teknis.
2. Memiliki software yang tersedia sesuai dengan kebutuhan. Tentu saja meliputi improvisasi, perbaikan bugs, memperbesar fungsinya serta dokumentasi pengoperasiannya.
3. Mendistribusikan software kepada user yang lainnya, agar dapat digunakan berdasarkan kebutuhannya. Pendistribusian bisa saja free, atau juga dengan biaya.

Contoh software Open Source

Berikut ini kami berikan sedikit contoh dari Software Free atau Open Source :

1. Linux

Linux saat ini, dapat digunakan untuk jaringan, pengembangan software, dan untuk pekerjaan sehari-hari. Kebebasan bagi programmer dan administrator jaringan dalam menggunakan linux, ialah kebebasan memperoleh kode sumber (source code) dan mengubahnya sesuai keinginan. Hal ini sendiri berimplikasi pada beberapa hal penting, yakni : keamanan dan dinamika. Karena sifatnya yang kompatible dengan UNIX maka linux bisa berinteraksi dengan sistem operasi lain seperti windows, Macintosh, netware dll

2. Apache

Apache sendiri dikeluarkan oleh NCSA yaitu NCSA HTTPd sekitar pada tahun 1995, yang merupakan turunan dari web server. Pada dasarnya Apache sendiri adalah “A PAtCHy” (patch) dan pengganti dari NSCA HTTPd.

3. Open Office.org

Open Office.org sendiri merupakan perangkat lunak yang termasuk open sorce karena siapapun dapat mengakses kode sumbernya dan dapat merubah kode sumbernya. OpenOficce.org bisa digunakan dengan sistem operasi windows dan linux.

4. Mozilla FireFox

Mozilla Firefox sendiri merupakan perangkat lunak open-source yang paling banyak digunakan. Dikarenakan Mozilla sendiri termasuk sebuah browser web yang kecil, cepat, dan simpel. Mozilla juga mempunyai kelemahan yaitu akan crash jika membuka halaman Web yang sangat besar serta memiliki JavaScript, namun hal ini telah diperbaiki. karena Mozilla bersifat open source maka kekurangan seperti diatas bisa diperbaiki dan dikembangkan.

5. MySql

Aplikasi MySql ini dapat berjalan disemua platform baik itu Linux maupun Windows, MySQL sendiri merupakan sebuah aplikasi yang dapat dipergunakan untuk membuat database yang bersifat terbuka atau open source. Yang merupakan program pengakses database yang bersifat networking sehingga bisa digunakan untuk aplikasi Multi User (Bisa digunakan oleh banyak Pengguna), MySQL merupakan aplikasi yang sangat populer di kalangan para pengembang bahasa pemrograman PHP dan banyak digunakan untuk situs web, aplikasi web dan layanan online lainnya.

6. OpenOffice : paket program perkantoran untuk mengolah kata, tabel, serta database.

7. ClamAV & ClamWin : program antivirus.

8. GIMP : program pengolah foto dan gambar digital.

9. Audacity : program perekam dan pengolah audio.

10. VideoLAN : program pemutar file multimedia (audio dan video)

11. Blender : program untuk pembuatan model 3 dimensi, seperti animasi & game.

12. XAMPP : paket program untuk simulasi dan pengembangan web, termasuk di dalamnya Apache (web server) & MySQL (database).

13. osCommerce : program aplikasi web untuk toko online.

14. Filezilla

Program aplikasi jaringan yang berguna untuk mentransfer file via protokol FTP di jaringan komputer atau internet.Versi terbaru program ini ialah FileZilla 3.9.0.6, yang dirilis pada tanggal 21 Oktober 2014. Software FileZilla dibuat dan dikembangkan oleh Tim Kosse.

Pengertian Close Source

Close source merupakan kebalikan dari open source. Close source sendiri ialah suatu software yang kode sourcenya tidak dipublikasikan, contohnya ialah Microsoft Windows, (Bukan berarti kata closed source disini bahwa hanya Bill Gate saja yang mengetahui kode sumber dari OS Windows, dan hanya dia yang melakukan pengembangan sendirian sampai hari ini, akan tetapi kenapa masih dikatankan close soure? hal ini dikarenakan kode sourcenya tidak di publikasikan secara bebas dan hanya diketahui oleh pegawai-pegawainya saja atau hanya kelompok tertentu saja yang tahu, yang dalam hal ini hanya pihak perusahaan Microsoft).

Close Source juga merupakan salah satu software perangkat lunak yang dipublikasikan tanpa kode sumber. Secara umum, itu berarti hanya binari dari program komputer didistribusikan dan lisensi tidak memberikan akses ke program kode sumber. Kode sumber dari program tersebut bisa dianggap sebagai rahasia dagang perusahaan . Akses ke kode sumber oleh pihak ketiga umumnya memerlukan partai untuk menandatangani perjanjian non-disclosure.

Pada umumnya program komputer mempunyai lisensi atau Hak Cipta yang melindungi hasil ciptaan itu sendiri dari penggunaan yang tidak adil oleh orang lain. Akan tetapi kebanyakan lisensi yang ada sekarang ini khususnya untuk program komputer yang Close Source mencantumkan klausul-klausul yang menempatkan pembeli atau juga pengguna pada posisi yang sangat lemah. Software dalam kategori ini bisa dikelompokkan menjadi beberapa bagian:
• Operating System (Sistem Operasi), contohnya : Microsoft Windows.
• Languages (Bahasa Pemrograman), contohnya : Visual Basic, ASP, dan Pascal.
• Web Browser, contohnya : Internet Explorer.
• Aplication (Aplikasi), contohnya : Adobe Photoshop, CorelDraw.
• Office Suites (Aplikasi perkantoran), contohnya : Microsoft Office.
• Server Aplication (Server), contohnya : ColdFusion, IIS.
• Antivirus, contohnya : Norton Antivirus, McAfee.
• Games, contohnya : FIFA, Winning Eleven, dan Spiderman.

Itulah sekilas penjelasan tentang Pengertian Open Source dan close Source dan Contohnya, terima kasih telah menyempatkan membaca, semoga artikel yang anda baca bermanfaat, jangan sungkan untuk mengirimkan kritik maupun saran kepada redaksi kami

Baca Juga >>>

Sebarkan ini:

  • WhatsApp

Perbedaan sistem operasi open source dan close source secara mendasar adalah dari segi lisensi dan pengembangannya. Sistem operasi open source akan dapat dikembangkan oleh penggunanya secara bebas sesuai kebutuhan dan cenderung gratis. Sedangkan sistem operasi close source terikat lisensi sehingga hanya dapat dikembangkan oleh pihak developer sistem. Kecenderungan sistem ini adalah berbayar.

Pembahasan

Sistem operasi open source menyediakan pengembangan yang bebas bagi penggunanya. Hal ini diterapkan dengan terbukanya akses untuk source code sistem operasi. Asal mula kemunculan sistem operasi open souce berasal dari Free Software Foundation ( FSF ).  Sistem operasi yang open source juga akan memiliki kecenderungan disusupi malware lebih kecil karena celah keamanan juga dapat diatur sedemikian rupa oleh pengguna. Keberadaan sistem operasi jenis ini sebenarnya berlawanan dengan gerakan Copy Protection and Digital Rights Management yang dimulai oleh beberapa pihak pengembang.

Contoh sistem operasi open source :

  • Linux
  • BSD UNIX

Sistem operasi close source sendiri tidak menyediakan akses souce code dan hanya menyediakan model binary. Close source sistem operasi juga merupakan sistem operasi yang mempunyai lisensi yang artinya hanya dapat dikembangkan oleh developer terkait dan penggunaanya akan berbayar. Kelemahan sistem operasi jenis ini adalah pengguna dalam mengatur keamanan sistem hanya mengandalkan perangkat utilitas yang sudah tersedia secara default saja.

Contoh sistem operasi close source :

  • Windows
  • Macintosh

Pelajari Lebih Lanjut

1. Pengertian software, hardware dan brainware

brainly.co.id/tugas/23711847

2.  Perbedaan sistem operasi CUI dan GUI

brainly.co.id/tugas/8869943

3. Perbedaan sistem operasi dengan program aplikasi

brainly.co.id/tugas/3257376

Detil Jawaban

Mata Pelajaran : TIK

Materi : 7 SMP

Kelas :  Sistem Operasi

Kode Kategoriasi :  7 . 11 . 6

Kata Kunci : sistem operasi, open source, close source

Pada saat ini, perangkat lunak (software) dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu open source dan close source. Open source sendiri pada dasarnya sebuah perangkat lunak (software) yang memiliki kode yang dapat digunakan secara mudah dan bebas oleh banyak orang. Sehingga tidak heran jika banyak perangkat lunak yang bersifat open source, misalnya antara lain yaitu beberapa sistem aplikasi, baik aplikasi editing dan game.

Lalu bagaimana dengan close source? dan apakah perbedaan antara close source dan open source. Mungkin banyak dari pengguna masih belum cukup mengenal istilah tersebut. Oleh karena itu, berikut ini merupakan beberapa informasi mengenai close source yang dapat Anda simak, mulai dari pengertian, kelebihan dan kekurangan close source, dan contoh perangkat lunak apa saja yang berbasis close source, sehingga Anda juga dapat membedakan mengenai jenis perangkat lunak open source dan close source secara lebih dalam.

Lihat Juga : Pengertian Input dan Output

Pengertian Close Source

Pengertian Close SourceSumber Gambar : unsplash.com

Closed source adalah program perangkat lunak yang kodenya tidak dipublikasikan secara umum dan hanya dapat dibagikan melalui lisensi gratis atau berbayar. Namun yang perlu Anda ketahui, meskipun terdapat beberapa kode yang disediakan gratis, namun pada lisensi tertentu dapat membuat software tersebut tidak sepenuhnya open source. Misalnya, jika terdapat lisensi yang menyertakan larangan memodifikasi kode, dan lain-lain.

Close Source dapat memungkinkan Anda untuk menentukan kode pada sebuah program. Jika Anda sudah mengetahui kode atau struktur program tersebut, maka Anda dapat dengan mudah mengedit program sesuai dengan keinginan Anda. Selain itu, Anda juga dapat mengubah program berbayar menjadi gratis. Biasanya bagi pengguna atau sebuah perusahaan tertentu yang ingin mengakses atau mengedit sumber kode, maka perlu adanya perjanjian secara khusus terlebih dahulu atau yang biasa disebut dengan perjanjian non-disclosure.

Close source juga hampir identik dengan perangkat lunak ber-pemilik dan perangkat lunak berbayar. Selain itu, close source juga merupakan aplikasi yang menggunakan kode sumber tertutup, yang memiliki arti bahwa Anda tidak boleh memodifikasi, melakukan perubahan, atau menyalin konten tanpa ijin dari pemilik kode atau sumber software tersebut.

Kelebihan Close Source

  • Stabilitas sistem dapat terjamin.
  • Lebih mudah untuk digunakan bagi para pengguna.
  • Mendapat dukungan secara langsung dari pengembang atau pemilik sistem.
  • Mudah untuk memperoleh sertifikasi.

Kekurangan Close Source

  • Memiliki lisensi yang harus didanai oleh pengguna atau pada umumnya berbayar.
  • Kurangnya sosialisasi untuk penggunaan, karena pada umumnya close source digunakan pada daerah tertentu.
  • Tidak dapat dimodifikasi secara bebas, atau memerlukan ijin dari sumber pemilik kode.
  • Jika terdapat masalah pada software, maka hanya pengembang yang dapat memperbaikinya.
  • Memerlukan antivirus.

Lihat Juga : Pengertian Enkripsi

Contoh Perangkat Close Source

Contoh Software Close SourceSumber Gambar : unsplash.com

Berikut ini merupakan beberapa contoh perangkat lunak yang menggunakan sistem close source antara lain yaitu:

Sistem Operasi

Beberapa contoh sistem operasi yang bersifat close source misalnya seperti Windows XP, MS-DOS, Windows Server 2003 dan 2008, Windows 7, 8, 10, 11, dan lain-lain.

Bahasa Pemrograman

Banyak bahasa pemrograman yang memiliki lisensi closed source, seperti ASP.Net, Pascal, dan Visual Basic.

Web Browser

Untuk browser dengan lisensi closed source juga ada bermacam-macam, misalnya seperti sistem operasi Windows yang menggunakan Microsoft Internet Explorer.

Aplikasi

Selain itu, aplikasi yang menggunakan lisensi closed source atau kode tertutup juga beragam misalnya seperti aplikasi CorelDraw, Adobe Photoshop, Adobe Acrobat, Adobe Illustrator. 3D Studio Mix, Pinnacle Studio, Winamp, dan Spotify.

Aplikasi Perkantoran

Salah satu aplikasi office yang menggunakan close source adalah Microsoft Office yang biasanya digunakan untuk memudahkan melakukan kegiatan perkantoran.

Antivirus

Beberapa program antivirus juga menggunakan Close Source untuk melindungi dari serangan program jahat Misalnya yaitu Norton, Avast, AVG, dan McAfee.

Lihat Juga : Pengertian RPM

Perbedaan Antara Open Source dan Close Source?

Contoh Open SourceSumber Gambar : learn.g2.com

Yang perlu Anda ketahui, bahwa open source dan close source memiliki beberapa perbedaan antara lain yaitu:

Harga

Perbedaan yang pertama yaitu dapat dilihat dari segi harga. Perangkat lunak open source memiliki harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan perangkat lunak close source. Perangkat lunak open source juga dapat digunakan secara bebas atau gratis. Sedangkan untuk perangkat lunak close source, Anda perlu mengeluarkan biaya yang cukup mahal namun akan sebanding dengan manfaat yang Anda dapatkan.

Dukungan

Kemudian dari segi dukungan, perangkat lunak close source mendapat dukungan secara langsung dari pengembang, sehingga dapat melakukan berbagai pengembangan sistem misalnya seperti meng-update, melakukan perbaikan bug, dan menambahkan beberapa fitur. Sedangkan perangkat lunak open source lebih bergantung pada pengguna.

Kegunaan

Selanjutnya, jika dilihat dari segi kegunaan. Penggunaan perangkat lunak open source lebih sulit dibandingkan dengan perangkat lunak close source. Hal tersebut karena panduan pada perangkat open source lebih ditujukan untuk pengembang sehingga lebih sulit untuk pengguna biasa. Sebaliknya, perangkat lunak close source memiliki pedoman yang lebih mudah dipahami bagi pengguna biasa.

Keamanan

Dan yang terakhir, jika dilihat dari segi keamanan. Perangkat lunak open source lebih rentan atau berisiko dibandingkan dengan perangkat lunak close source. Hal tersebut karena perangkat open source memiliki kode yang bebas untuk digunakan dan dimodifikasi oleh siapa saja. Sehingga perangkat tersebut dapat dengan mudah disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sedangkan untuk perangkat lunak close source keamanannya lebih terjamin karena memiliki kode yang tidak tersedia secara bebas dan hanya dapat dimodifikasi oleh pengembang.

Lihat Juga : Pengertian Virtual Reality

Penutup

Beberapa informasi mengenai close source yang telah Anda simak di atas, semoga dapat membuat Anda menjadi lebih paham mengenai apa itu software close source. Sehingga Anda juga dapat menggunakannya dengan baik, serta dapat membuat Anda dengan mudah membedakan software open source dan close source. Informasi di atas juga dapat menjadi salah satu informasi Anda mengenai manfaat dan kendala apa saja yang akan Anda alami ketika menggunakan software close source.

Mengapa beberapa aplikasi ternama memilih close source?

Karena close source lebih mudah untuk digunakan, dipahami, dan dipelajari oleh pengguna awam. Selain itu, close source juga memiliki desain antarmuka yang lebih menarik.

Apakah IOS berbasis close source?

Berbeda dengan Android yang dikembangkan dengan sistem open source, iOS dikembangkan dengan sistem close source.

Penulis : Adella Eka Ridwanti | Editor : Rudi Dian Arifin, Wahyu Setia Bintara

Artikel terkait

Written by Jane