Kelebihan dan kekurangan open source dan close source

Pada saat ini, perangkat lunak (software) dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu open source dan close source. Open source sendiri pada dasarnya sebuah perangkat lunak (software) yang memiliki kode yang dapat digunakan secara mudah dan bebas oleh banyak orang. Sehingga tidak heran jika banyak perangkat lunak yang bersifat open source, misalnya antara lain yaitu beberapa sistem aplikasi, baik aplikasi editing dan game.

Lalu bagaimana dengan close source? dan apakah perbedaan antara close source dan open source. Mungkin banyak dari pengguna masih belum cukup mengenal istilah tersebut. Oleh karena itu, berikut ini merupakan beberapa informasi mengenai close source yang dapat Anda simak, mulai dari pengertian, kelebihan dan kekurangan close source, dan contoh perangkat lunak apa saja yang berbasis close source, sehingga Anda juga dapat membedakan mengenai jenis perangkat lunak open source dan close source secara lebih dalam.

Lihat Juga : Pengertian Input dan Output

Pengertian Close Source

Pengertian Close SourceSumber Gambar : unsplash.com

Closed source adalah program perangkat lunak yang kodenya tidak dipublikasikan secara umum dan hanya dapat dibagikan melalui lisensi gratis atau berbayar. Namun yang perlu Anda ketahui, meskipun terdapat beberapa kode yang disediakan gratis, namun pada lisensi tertentu dapat membuat software tersebut tidak sepenuhnya open source. Misalnya, jika terdapat lisensi yang menyertakan larangan memodifikasi kode, dan lain-lain.

Close Source dapat memungkinkan Anda untuk menentukan kode pada sebuah program. Jika Anda sudah mengetahui kode atau struktur program tersebut, maka Anda dapat dengan mudah mengedit program sesuai dengan keinginan Anda. Selain itu, Anda juga dapat mengubah program berbayar menjadi gratis. Biasanya bagi pengguna atau sebuah perusahaan tertentu yang ingin mengakses atau mengedit sumber kode, maka perlu adanya perjanjian secara khusus terlebih dahulu atau yang biasa disebut dengan perjanjian non-disclosure.

Close source juga hampir identik dengan perangkat lunak ber-pemilik dan perangkat lunak berbayar. Selain itu, close source juga merupakan aplikasi yang menggunakan kode sumber tertutup, yang memiliki arti bahwa Anda tidak boleh memodifikasi, melakukan perubahan, atau menyalin konten tanpa ijin dari pemilik kode atau sumber software tersebut.

Kelebihan Close Source

  • Stabilitas sistem dapat terjamin.
  • Lebih mudah untuk digunakan bagi para pengguna.
  • Mendapat dukungan secara langsung dari pengembang atau pemilik sistem.
  • Mudah untuk memperoleh sertifikasi.

Kekurangan Close Source

  • Memiliki lisensi yang harus didanai oleh pengguna atau pada umumnya berbayar.
  • Kurangnya sosialisasi untuk penggunaan, karena pada umumnya close source digunakan pada daerah tertentu.
  • Tidak dapat dimodifikasi secara bebas, atau memerlukan ijin dari sumber pemilik kode.
  • Jika terdapat masalah pada software, maka hanya pengembang yang dapat memperbaikinya.
  • Memerlukan antivirus.

Lihat Juga : Pengertian Enkripsi

Contoh Perangkat Close Source

Contoh Software Close SourceSumber Gambar : unsplash.com

Berikut ini merupakan beberapa contoh perangkat lunak yang menggunakan sistem close source antara lain yaitu:

Sistem Operasi

Beberapa contoh sistem operasi yang bersifat close source misalnya seperti Windows XP, MS-DOS, Windows Server 2003 dan 2008, Windows 7, 8, 10, 11, dan lain-lain.

Bahasa Pemrograman

Banyak bahasa pemrograman yang memiliki lisensi closed source, seperti ASP.Net, Pascal, dan Visual Basic.

Web Browser

Untuk browser dengan lisensi closed source juga ada bermacam-macam, misalnya seperti sistem operasi Windows yang menggunakan Microsoft Internet Explorer.

Aplikasi

Selain itu, aplikasi yang menggunakan lisensi closed source atau kode tertutup juga beragam misalnya seperti aplikasi CorelDraw, Adobe Photoshop, Adobe Acrobat, Adobe Illustrator. 3D Studio Mix, Pinnacle Studio, Winamp, dan Spotify.

Aplikasi Perkantoran

Salah satu aplikasi office yang menggunakan close source adalah Microsoft Office yang biasanya digunakan untuk memudahkan melakukan kegiatan perkantoran.

Antivirus

Beberapa program antivirus juga menggunakan Close Source untuk melindungi dari serangan program jahat Misalnya yaitu Norton, Avast, AVG, dan McAfee.

Lihat Juga : Pengertian RPM

Perbedaan Antara Open Source dan Close Source?

Contoh Open SourceSumber Gambar : learn.g2.com

Yang perlu Anda ketahui, bahwa open source dan close source memiliki beberapa perbedaan antara lain yaitu:

Harga

Perbedaan yang pertama yaitu dapat dilihat dari segi harga. Perangkat lunak open source memiliki harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan perangkat lunak close source. Perangkat lunak open source juga dapat digunakan secara bebas atau gratis. Sedangkan untuk perangkat lunak close source, Anda perlu mengeluarkan biaya yang cukup mahal namun akan sebanding dengan manfaat yang Anda dapatkan.

Dukungan

Kemudian dari segi dukungan, perangkat lunak close source mendapat dukungan secara langsung dari pengembang, sehingga dapat melakukan berbagai pengembangan sistem misalnya seperti meng-update, melakukan perbaikan bug, dan menambahkan beberapa fitur. Sedangkan perangkat lunak open source lebih bergantung pada pengguna.

Kegunaan

Selanjutnya, jika dilihat dari segi kegunaan. Penggunaan perangkat lunak open source lebih sulit dibandingkan dengan perangkat lunak close source. Hal tersebut karena panduan pada perangkat open source lebih ditujukan untuk pengembang sehingga lebih sulit untuk pengguna biasa. Sebaliknya, perangkat lunak close source memiliki pedoman yang lebih mudah dipahami bagi pengguna biasa.

Keamanan

Dan yang terakhir, jika dilihat dari segi keamanan. Perangkat lunak open source lebih rentan atau berisiko dibandingkan dengan perangkat lunak close source. Hal tersebut karena perangkat open source memiliki kode yang bebas untuk digunakan dan dimodifikasi oleh siapa saja. Sehingga perangkat tersebut dapat dengan mudah disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sedangkan untuk perangkat lunak close source keamanannya lebih terjamin karena memiliki kode yang tidak tersedia secara bebas dan hanya dapat dimodifikasi oleh pengembang.

Lihat Juga : Pengertian Virtual Reality

Penutup

Beberapa informasi mengenai close source yang telah Anda simak di atas, semoga dapat membuat Anda menjadi lebih paham mengenai apa itu software close source. Sehingga Anda juga dapat menggunakannya dengan baik, serta dapat membuat Anda dengan mudah membedakan software open source dan close source. Informasi di atas juga dapat menjadi salah satu informasi Anda mengenai manfaat dan kendala apa saja yang akan Anda alami ketika menggunakan software close source.

Mengapa beberapa aplikasi ternama memilih close source?

Karena close source lebih mudah untuk digunakan, dipahami, dan dipelajari oleh pengguna awam. Selain itu, close source juga memiliki desain antarmuka yang lebih menarik.

Apakah IOS berbasis close source?

Berbeda dengan Android yang dikembangkan dengan sistem open source, iOS dikembangkan dengan sistem close source.

Penulis : Adella Eka Ridwanti | Editor : Rudi Dian Arifin, Wahyu Setia Bintara

Artikel terkait

Kemajuan dunia teknologi membuat semuanya bisa menggunakan software dengan baik dan benar sesuai yang diharapkan oleh pengembangnya. Seluruh pengembang juga berusaha untuk membuat software yang sangat berguna bagi para penggunanya. Di sisi lain, ada satu kelebihan dari kemajuan teknologi yang sulit untuk dibendung yaitu open source software.

Pada awalnya, semua pengembang perangkat lunak berusaha untuk melindungi ciptaannya dengan tidak bisa diutak-atik oleh pengguna secara seenaknya. Tapi seiring berjalannya waktu, mereka mendapatkan saingan dari pengembang lain yang berani membuat open source software.

Dengan open source software, kamu bisa memodifikasi sesuai kemauan kamu dan beberapa kelebihan lainnya yang bisa didapatkan. Sebelum mendapatkan kesalahpahaman berikut informasi tentang kelebihan dan kekurangan yang wajib kamu ketahui secara baik dan benar. Apa saja?

Baca Juga: Apa Itu YUM Command, Fitur, dan Contoh Perintahnya

Kelebihan software open source

Open source software tentunya menawarkan banyak kelebihan yang tidak bisa dimiliki oleh perangkat lunak tipe lainnya. Kebanyakan, kelebihan software tipe ini berhubungan dengan masalah legalitas yang cukup penting di dalam dunia internet serta kebebasan dalam mengembangkannya. Apa saja kelebihannya?

  • Bebas untuk dikembangkan

Kelebihan pertamanya adalah bebas digunakan. Ya, ketika kamu mendapatkan software tipe ini, kamu bisa bebas untuk melakukan apa saja dengannya tanpa perlu melanggar peraturan dari pengembang.

Dengan hal ini, kamu bisa memodifikasi software sesuka kamu dan sesuai dengan kebutuhan kamu sendiri karena memang itulah inti dari tipe software ini

  • Legal

Seperti yang sudah ditulis di atas, kamu bebas untuk menggunakan software tersebut. Dan apa yang kamu lakukan semuanya legal. Jadinya, kamu tidak melanggar apapun di dalam hukum berlaku.

  • Tidak ada pembajakan

Dengan sistem open source, maka apa yang kamu dapatkan itu gratis. Jadi ketika kamu mengunduhnya di internet, itu bukanlah pembajakan karena memang apa yang kamu unduh diciptakan untuk dibagikan kepada semua orang, tanpa terkecuali sehingga kamu aman dari segala hal yang berhubungan dengan masalah pelanggaran hukum.

Baca Juga: 10 DNF Command yang Berguna untuk Berbagai Keperluan

Kekurangan software open source

Di dalam dunia teknologi, pastinya ada celah dalam urusan kelemahan yang harus dihadapkan walau teknologi tersebut sudah diciptakan sesempurna mungkin.

Di balik kelebihan-kelebihan yang sudah dijabarkan sebelumnya, berikut ada beberapa kekurangan yang perlu kamu ketahui. Namun, untuk kekurangannya sendiri, lebih berurusan kepada sisi dari pihak perusahaan serta kemudahan dalam menggunakannya. Berikut penjelasan selengkapnya.

  • Tidak adanya dukungan dana serta pemasaran

Ketika ada pengembang yang membuat open source software, maka sebenarnya itu memiliki arti kalau mereka tidak memiliki dana terlalu banyak dalam mengembangkannya serta memasarkannya.

Dengan kondisi ini, maka ini bisa disebut sebagai kekurangan juga karena pada akhirnya, tidak banyak orang yang tahu dengan software open source karena kurangnya pemasaran yang disebabkan dana yang kecil.

Baca Juga: Pengertian dan Fungsi Perintah Ping CMD pada Windows

  • Interface software kurang user friendly

Lebih lanjut, yang menjadi kekurangan dari perangkat lunak jenis ini berada pada interface software yang kurang user friendly.

Anggapan sebenarnya menjadi stereotipe terhadap software tipe ini. Software open source hanya bisa digunakan oleh orang-orang tertentu saja karena tidak user friendly. Hanya orang-orang yang mengenai dunia teknologi saja yang biasanya mengerti dengan software tipe ini.

Itulah kelebihan dan kekurangan menggunakan open source software. Tidak semuanya bisa menggunakannya, tetapi dengan kelebihan dalam memodifikasinya, kamu bisa mengubah software ini semua keinginan kamu sendiri. Selamat mencoba!

Pendidikan.Co.Id – Kesempatan ini kita akan membahas mengenai Close Source, penjelasan mengenai Close Source ini juga akan dilengkapi dengan kelebihan dan kekurang close Source, serta contoh dari close source mulai dari contoh sistem operasi dari close source dan sebagainya, penjelasan selengkapnya  akan diuraikan sebagai berikut :

Pengertian Close Source, kelebihan & Kekurangan dan Contoh

Pengertian Close Source

Close Source (sumber tertutup) merupakan sebuah program (software) yang kodenya itu tidak dibuka untuk umum. Orang yang memiliki code tertutup dapat membagi source codenya itu dengan melalui sebuah lisensi, baik dengan gratis atau juga berbayar. Meskipun gratis, pada lisensi tertentu software yang diberikan itu juga tidak sepenuhnya open source (sumber terbuka). Contohnya ialah jika lisensi tersebut terdapat larangan untuk dapat memodifikasi code, maka software tersebut tidak open source.

Menggunakan close source ini dapat mengetetahui kode-kodem di dalam pembuatan program tersebut. Apabila sudah mengetahuai kode atau juga struktur program tersebut, maka kita dapat dengan mudah mengedit program tersebut sesuai dengan keinginan kita. Apabila kita dapat mengedit program tersebut, maka bisa jadi program yang tadinya berbayar menjadi gratis sebab karna telah kita edit. Itu juga apabila pemilik program mau memberikan kode-kode itu secara gratis. Bagi seseorang atau juga perusahaan yang ingin mengakses atau mendedit sumber kode maka tentu dibutuhkan suatu perjanjian khusus yang dinamakan perjanjian non-disclosure.

Software close source ini mempunyai pengertian yang hampir sama dengan Software Berpemilik (Proprietary Software), Software Berbayar. Serta di dalam pengertiannya software close source ini merupakan sebuah aplikasi dengan kode sumber yang tertutup sehingga user tersebut tidak dapat memodifikasi, mengubah, mengcopy isi dari kode sumber software tersebut.

Pengguna close source didunia juga bisa dibilang lebih sedikit daripada open source sebab mungkin hanya orang-orang yang dapat mengerti kode yang bisa mengoperasikannya.

Kelebihan dan Kekurangan Close Source

Adapun kelebihan dan kekurangan dari Close Source ini diantaranya :

keuntungan/kelebihan close source

  • kestablian sistem terjamin
  • support/dukungan itu langsung dari pemilik program
  • lebih mudah untuk digunakan

Kerugian/Kekurangan Close Source

  • Celah yang terbuka
  • Adanya lisensi yang mengharuskan pengguna menyediakan dana
  • Pengembangan terbatas
  • Diperlukan antivirus
  • Harga lisensi mahal

Contoh Software Close Source

Dibawah ini merupakan beberapa contoh software yang bersifat close source, diantaranya sebagai berikut  ;

Sistem Operasi

  • MS-DOS
  • Windows XP
  • Windows Server 2003
  • Windows Server 2008
  • Windows 7
  • Windows 8
  • Windows 10, DLL.

Bahasa Pemrograman

Banyak juga bahasa pemrograman yang mempunyai lisensi close source, contohnya ialah seperti ASP.Net, Pascal, Visual Basic

Web Browser

Untuk browser dengan close source ialah Internet Explorer yang digunakan oleh Microsoft di dalam sistem operasi Windows

Aplikasi

Banyak aplikasi yang menggunakan lisensi close source atau juga kode tertutup contohnya ialah seperti CodelDraw, Adobe Photoshop, Adobe Acrobat, Adobe Ilustrator

Aplikasi Perkantoran

Untuk aplikasi perkantoran yang menggunakan close source ini salah satunya ialah Microsoft Office yang sangat populer digunakan di dalam perkantoran

Anti Virus

Beberapa antivirus juga menggunakan close source untuk dapat mengamankan dari serangan program jahat, contohnya ialahNorton dan McAfee.

Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai Pengertian Close Source, kelebihan & Kekurangan dan Contoh, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda.

Sebarkan ini:

Written by Jane